Kota pertama yang aku singgahi adalah madiun. Sebenarnya ini
diluar perencanaan. Tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Kami sudah
terlanjur menaiki bus yang salah.. hmm, sebenarnya gak salah juga sih, Cuma
kami kurang hati-hati saja. Okeyy.. kita mulai cerita kenapa saya bisa
menapakkan kaki dikota yang tidak ada dalam list kota-kota yang akan saya
kunjungi itu..
Jadi, kesalahan dimulai dari kami
yang ternyata membeli tiket bis di calo.. ohh bukan, bukan. Kesalahan adalah
terletak pada diri saya. Saya terlalu galau. Sangat-sangat galau.. jauh-jauh
hari saya merencanakan perjalanan dengan kereta api ekonomi supaya dana yang
dikeluarkan lebih sedikit.
Cerita berawal dari tiga minggu
sebelum hari keberangkatan. Saya sudah tiba dikampus pukul sebelas tepat. Saya
ingat sekali kalau hari itu hari rabu, dan saya tidak ada mata kuliah
ilustrasi. Tujuan saya adalah ke stasiun senen untuk membeli tiket kereta ekonomi.
Kenapa kekampus dulu? Karena saya menunggu konfirmasi kawan saya yang katanya
mau berangkat bareng. Tapi memang dia super sibuk. Di sms gak dibales, di bbm
gak delivered, ditelfon pun tidak bisaaa.. yasudah saya samperin aja kekampus.
Tapi gak ketemu juga, sampai akhirnya saya mention di twitter dan gak dibales
juga. *hufth.. disinilah kegalauan pertama. Harusnya saya tetap menjalanakan
rencana awal saya untuk membeli tiket hari itu juga. Tapi, yaaa biar setia
kawan deh nungguin temen.. ckckc. Akhirnya saya pulang lagi ke rumah karena
memang semalamnya saya begadang dan baru sempat tidur selama dua jam. Saya
memutuskan untuk pulang ke kosan dan tidur ‘sebentar’ sambil nunggu balasan
dari kawan saya itu.. tapiii... niat tidur barang satu jam malah bablas tidur
sampai sore. Yasuuudah, gagal membeli tiket hari itu..
Hari selanjutnya jadwal kuliah sangat
padat. Setiap hari kuliah dan tugas yang semakin banyak datang bertubi-tubi
menjelang UAS. Sampai akhirnya tibalah satu minggu sebelum keberangkatan. Saya
harus pulang kerumah di bogor dan kembali lagi ke jakarta sekitar dua hari
sebelum berangkat. You know what? GUE BELUM BELI TIKET. Daan selama dirumah pun
setiap hari saya mencoba menghubungi kawan saya itu, tapi gak da kabar. Finally
saya memutuskan untuk ‘meninggalkan saja dia’. Sekitar dua hari sebelum
keberangkatan saya kembali jakarta. Hari itu juga saya ke pasar senen. Tapi pas
mau beli tiket kok kasian juga sama temen saya itu. mAu berangkat bareng siapa
diaa. Akhirnya saya telfon lah dia, diangkat tapi gak da suara.. akhirnya saya
memutuskan untuk membeli tiket di indomaret atau kantor pos saja. Tidak jadi
ekonomi karena memang tiket ekonomi hanya dijual di stasiun. Dan akhirnya saya
pulang.
Sampai dirumah akhirnya saya
bertemu dengan kawan saya yang supersibuk itu. Saya sampaikan saja rencana saya
untuk membeli tiket bisnis di indomaret. Tapi entah dia mendapat petuah dari
mana, dia bialang “kita beli tiket di calo aja. Tapi belinya beberapa jam
sebelum berangkat. Kalo gak dapet tinggal ke terminal deh naik bis” (ingat
sekali saya kata-katanya dia itu). Bodohnya saya, saya mengiyakan. Sebenarnya
saya gak bodoh. Saya Cuma ‘selow’ aja. Naik apapun saya bisa lah, kan wonder
woman. Naik bis ayook, kereta ayook. Cuma agak takut juga sih kalo naik bis.
Safetynya agak kurang dibandingkan kereta. ‘Tapi gue sih waless lah’. Gak neko
– neko. OK. Akhirnya saya sepakat dengan perkataan kawan saya itu untuk membeli
tiket kereta ke calo dan kalau tidak ada tiket kami ke terminal. Siiiplah#
BESOK BERANGKAT. Yeay. Finally
tiba juga hari ituu. Malamnya saya sudah selesai packing dan menyiapkan
segalanya dengan baik. Tinggal tidurr. Saat bersiap-siap untuk tidur sikawan
saya itu datang dan menanyakan rencana besok. “kita berangkat jam sembilan y”
katanya. “waah kecepetan deh.. nanti kita cengo di stasiun. Jam sepuluh aja..”
kataku agak keberatan. Dan kawanku ini menyetujuinya. Kereta berangkat sekitar
pukul tiga dari stasiun. Jadi akan lebih baik kalau maksimal kami sampai pukul
satuan.. setelah deal jam keberangkatan, SAYA TIDUR.
Pagi harinya saya bangun
subuh-subuh untuk mengecek kembali barang yang akan dibawa. Saya iseng
nyamperin kawan saya ke kamarnya, dan dia masih tidur. Ok, gapapa lah. Masih 4
jam lagi sebelum kita berangkat.akhirnya saya mandi dan pergi kepasar. Saya mencari
jajanan dan sempat membeli sayur untuk makan pagi. Selama di kota tujuan kan
saya gak bisa memasak lagi. Jadi saya ingin memasak untuk terakhir kalinya
sebelum berangkat. menu yang saya masak hanya tumis sawi. Mengingat waktu yang
tak banyak, saya memilih menu yang instan saja.. sepulang dari pasar ternyata teman saya itu
sudah bangun.. dan ternyata dia belum packing# yaampun.yasudahlah semoga tidak
remponggg.. akhirnya jam sembilanan dia blm jg selesai dan baru mau mandi.. dia
bilang mau keramas juga. Yaampun, tau gitu tadi subuh gue bangunin dia. Hmm..
alamat ngaret, dan ternyata memang ngaret. Jam dua kami masih di kopaja,
padahal kereta malang berangkat jam dua juga. Gak kekejar.. paadahal masih ada
tiket kereta ke malang. OKE. Bukan rejeki saya. Akhirnya sampailah kami
distasiun dan semua tiket habis. Ok fine.
Karena rencana pertama untuk naik
kereta gagal, terpaksalah menjalankan rencana kedua yaitu naik bus. Saya rasa
tidak ada pilihan lain. Disinilah kebodohan demi kebodohan yang saya lakukan
dimulai. Pertama, pas sampai di terminal kenapa saya membiarkan si porter
ngangkatin koper saya yaa. Padahal sebelum-sebelumnya saya gak pernah sebodoh
ini. Mungkin takdir.. Dan saya langsung percaya begitu diajak ke loket kemudian
membeli karcis, ini seperti diluar kendali saya. Saya merasa aneh dan ganjil
tapi saya serasa gak bisa nolak. Daaan ternyata benar. Firasat saya ternyata
benar sodara-sodaraaa. Tiket seharga 275ribu yang katanya ac dan dapat makan 2X
itu ternyata.. bisnya jelek dan didalamnya banyak motor. Mirip kayak truk deh.
Gak beda jauh sama kopaja. Kami ditipu.. yaampuuun..