Minggu, 22 Juli 2012

Liburan semester



Kota pertama yang aku singgahi adalah madiun. Sebenarnya ini diluar perencanaan. Tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Kami sudah terlanjur menaiki bus yang salah.. hmm, sebenarnya gak salah juga sih, Cuma kami kurang hati-hati saja. Okeyy.. kita mulai cerita kenapa saya bisa menapakkan kaki dikota yang tidak ada dalam list kota-kota yang akan saya kunjungi itu..
Jadi, kesalahan dimulai dari kami yang ternyata membeli tiket bis di calo.. ohh bukan, bukan. Kesalahan adalah terletak pada diri saya. Saya terlalu galau. Sangat-sangat galau.. jauh-jauh hari saya merencanakan perjalanan dengan kereta api ekonomi supaya dana yang dikeluarkan lebih sedikit.
Cerita berawal dari tiga minggu sebelum hari keberangkatan. Saya sudah tiba dikampus pukul sebelas tepat. Saya ingat sekali kalau hari itu hari rabu, dan saya tidak ada mata kuliah ilustrasi. Tujuan saya adalah ke stasiun senen untuk membeli tiket kereta ekonomi. Kenapa kekampus dulu? Karena saya menunggu konfirmasi kawan saya yang katanya mau berangkat bareng. Tapi memang dia super sibuk. Di sms gak dibales, di bbm gak delivered, ditelfon pun tidak bisaaa.. yasudah saya samperin aja kekampus. Tapi gak ketemu juga, sampai akhirnya saya mention di twitter dan gak dibales juga. *hufth.. disinilah kegalauan pertama. Harusnya saya tetap menjalanakan rencana awal saya untuk membeli tiket hari itu juga. Tapi, yaaa biar setia kawan deh nungguin temen.. ckckc. Akhirnya saya pulang lagi ke rumah karena memang semalamnya saya begadang dan baru sempat tidur selama dua jam. Saya memutuskan untuk pulang ke kosan dan tidur ‘sebentar’ sambil nunggu balasan dari kawan saya itu.. tapiii... niat tidur barang satu jam malah bablas tidur sampai sore. Yasuuudah, gagal membeli tiket hari itu..
Hari selanjutnya jadwal kuliah sangat padat. Setiap hari kuliah dan tugas yang semakin banyak datang bertubi-tubi menjelang UAS. Sampai akhirnya tibalah satu minggu sebelum keberangkatan. Saya harus pulang kerumah di bogor dan kembali lagi ke jakarta sekitar dua hari sebelum berangkat. You know what? GUE BELUM BELI TIKET. Daan selama dirumah pun setiap hari saya mencoba menghubungi kawan saya itu, tapi gak da kabar. Finally saya memutuskan untuk ‘meninggalkan saja dia’. Sekitar dua hari sebelum keberangkatan saya kembali jakarta. Hari itu juga saya ke pasar senen. Tapi pas mau beli tiket kok kasian juga sama temen saya itu. mAu berangkat bareng siapa diaa. Akhirnya saya telfon lah dia, diangkat tapi gak da suara.. akhirnya saya memutuskan untuk membeli tiket di indomaret atau kantor pos saja. Tidak jadi ekonomi karena memang tiket ekonomi hanya dijual di stasiun. Dan akhirnya saya pulang.
Sampai dirumah akhirnya saya bertemu dengan kawan saya yang supersibuk itu. Saya sampaikan saja rencana saya untuk membeli tiket bisnis di indomaret. Tapi entah dia mendapat petuah dari mana, dia bialang “kita beli tiket di calo aja. Tapi belinya beberapa jam sebelum berangkat. Kalo gak dapet tinggal ke terminal deh naik bis” (ingat sekali saya kata-katanya dia itu). Bodohnya saya, saya mengiyakan. Sebenarnya saya gak bodoh. Saya Cuma ‘selow’ aja. Naik apapun saya bisa lah, kan wonder woman. Naik bis ayook, kereta ayook. Cuma agak takut juga sih kalo naik bis. Safetynya agak kurang dibandingkan kereta. ‘Tapi gue sih waless lah’. Gak neko – neko. OK. Akhirnya saya sepakat dengan perkataan kawan saya itu untuk membeli tiket kereta ke calo dan kalau tidak ada tiket kami ke terminal. Siiiplah#
BESOK BERANGKAT. Yeay. Finally tiba juga hari ituu. Malamnya saya sudah selesai packing dan menyiapkan segalanya dengan baik. Tinggal tidurr. Saat bersiap-siap untuk tidur sikawan saya itu datang dan menanyakan rencana besok. “kita berangkat jam sembilan y” katanya. “waah kecepetan deh.. nanti kita cengo di stasiun. Jam sepuluh aja..” kataku agak keberatan. Dan kawanku ini menyetujuinya. Kereta berangkat sekitar pukul tiga dari stasiun. Jadi akan lebih baik kalau maksimal kami sampai pukul satuan.. setelah deal jam keberangkatan, SAYA TIDUR.
Pagi harinya saya bangun subuh-subuh untuk mengecek kembali barang yang akan dibawa. Saya iseng nyamperin kawan saya ke kamarnya, dan dia masih tidur. Ok, gapapa lah. Masih 4 jam lagi sebelum kita berangkat.akhirnya saya mandi dan pergi kepasar. Saya mencari jajanan dan sempat membeli sayur untuk makan pagi. Selama di kota tujuan kan saya gak bisa memasak lagi. Jadi saya ingin memasak untuk terakhir kalinya sebelum berangkat. menu yang saya masak hanya tumis sawi. Mengingat waktu yang tak banyak, saya memilih menu yang instan saja..  sepulang dari pasar ternyata teman saya itu sudah bangun.. dan ternyata dia belum packing# yaampun.yasudahlah semoga tidak remponggg.. akhirnya jam sembilanan dia blm jg selesai dan baru mau mandi.. dia bilang mau keramas juga. Yaampun, tau gitu tadi subuh gue bangunin dia. Hmm.. alamat ngaret, dan ternyata memang ngaret. Jam dua kami masih di kopaja, padahal kereta malang berangkat jam dua juga. Gak kekejar.. paadahal masih ada tiket kereta ke malang. OKE. Bukan rejeki saya. Akhirnya sampailah kami distasiun dan semua tiket habis. Ok fine.
Karena rencana pertama untuk naik kereta gagal, terpaksalah menjalankan rencana kedua yaitu naik bus. Saya rasa tidak ada pilihan lain. Disinilah kebodohan demi kebodohan yang saya lakukan dimulai. Pertama, pas sampai di terminal kenapa saya membiarkan si porter ngangkatin koper saya yaa. Padahal sebelum-sebelumnya saya gak pernah sebodoh ini. Mungkin takdir.. Dan saya langsung percaya begitu diajak ke loket kemudian membeli karcis, ini seperti diluar kendali saya. Saya merasa aneh dan ganjil tapi saya serasa gak bisa nolak. Daaan ternyata benar. Firasat saya ternyata benar sodara-sodaraaa. Tiket seharga 275ribu yang katanya ac dan dapat makan 2X itu ternyata.. bisnya jelek dan didalamnya banyak motor. Mirip kayak truk deh. Gak beda jauh sama kopaja. Kami ditipu.. yaampuuun.. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar