Jumat, 24 Agustus 2012

Si penjelajah bumi


Saya suka jalan-jalan. Kemana saja, asalkan keluar dari rumah, saya sebut itu adalah jalan-jalan. Mungkin bahasa kerennya adalah travelling. Jujur saja, saya ini orangnya mudah bosan. Termasuk dengan jakarta. Saya bosan dengan kota metropolitan yang super glamour itu. Mungkin dulu tidak. Ya, meskipun alamat rumah saya di KTP adalah di Kabupaten Bogor, tapi  saya dilahirkan dan dibesarkan di Jakarta. Saya menjalani hidup saya sampai separuh masa SD saya di Jakarta.  Sejak kelas empat SD sampai lulus SMA saya tinggal di Bogor, tepatnya di Pinggiran Jakarta. Dan kini saya harus kembali lagi ke Jakarta, untuk berkuliah. Dan tinggal di Jakarta. Selama kurang lebih empat tahun. Dan inilah alasan saya kenapa saya begitu rajin kuliah. Agar saya cepat meninggalkan jakarta.

Tapi belum ada satu tahun saya di menjalani hari-hari saya di kota yang sebenarnya tidak terlalu luas ini, saya sudah merasa bosan. Cuaca yang panas, macet di setiap sudut, kejahatan yang mengancam setiap langkah saya, asap kendaraan, belum lagi baya hidup yang mahal. Dan bagaimana dengan lingkungannya? Saya saja tidak tahu berapa penghuni di rumah sebelah saya, apalagi siapa pak RT di lingkungan rumah saya. Mereka hidup masing-masing. Oh mungkin bukan mereka, tapi kita. Saya dan juga mereka.

Saya muak dengan apa yang saya temui disini. Saya heran kenapa orang-orang desa berbondong-bondong hijrah ke Jakarta. Apa yang mereka harapkan dari sang ibukota? Kekayaan? Kedamaian? Baaah... bukannya lebih nyaman tinggal di desa, dengan udara segar, air yang jernih, Hijau dimana-mana, penduduk yang ramah, dannn ketenangan tanpa macet. Dan itulah sebabnya saya suka jalan-jalan. Tapi bukan jalan-jalan di jakarta :D.

Oke, baiklah. Saya baru ingat. Tadinya saya ingin membicarakan tentang hobi saya, yaitu travelling.  Mungkin hobi itu menurun dari dari ayah saya. Sejak ABG, ayah saya senang mendaki gunung. Sampai-sampai diwaktu remaja dia membuka usaha penjualan alat-alat pecinta alam. Jenius. Hobi yang menghasilkan uang. Tidak berbeda jauh dengan saya. Hanya saja, saya bukan hanya menyukai mendaki, tetapi saya suka mengunjungi semua tempat. Baik itu gunung, pantai, desa, atau bahkan  musium.

Saya perempuan, saya  menderita alergi dingin, dan saya bukan anak orang kaya. Tapi itu bukan penghalang bagi saya untuk menjadi penjelajah. Penjelajah bumi. Haha, kedengarannya keren sekali...  saya  punya cukup modal untuk menjadi penjelajah, yaitu keberanian, nekat, dan cukup pengetahuan tentunya.

Dari kecil saya sudah terbiasa dengan perjalanan jauh. Bahkan dari cerita ibu saya, saat usia saya baru beberapa minggu saya sudah memulai perjalanan saya ke jawa timur menggunakan bus maupun kereta. Entahlah saya saja tidak pernah ingat apa yang terjadi dengan saya saat usia saya masih balita :p. Yang saya ingat, saat usia saya belum genap empat tahun, saya sudah merasakan tanah semeru dan bromo. Begitu pula cidahu. Setidaknya itu yang saya lihat dari album foto masa kecil saya.

Sebenarnya saya penakut. Hanya saja sisi penakut dalam diri saya sedikit tersamarkan oleh jiwa pemberani yang menyelinap dalam DNA ayah saya yang ada dalam aliran darahku. Dan dari sanalah kisah petualanganku sebagai penjelajah bumi, dimulai .. hahhaha (ketawa pahlawan bertopeng)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar