Lagi asik dengerin lagunya paramore-the only exception, tiba-tiba tanpa sebab yang jelas gue kepikiran sama salah satu film yang gue tonton dikelas PSSR waktu gue semester satu. gak tau yah kenapa tiba-tiba kepikiran film ini, trus kepikiran bikin review filmnya gitu deh. yaa meskipun gak jelas, tapi ini desain banget.
How Art Made The World
Pas pertama diputer tuh filmnya langsung ada prolog gitu deh....
Prolognya Nigel Spivey disekitar
3 menit pertama, disampaikan:
“Gambar mendominasi kita. Cerita
yang luar biasa tentang bagaimana kita manusia menemukan kekuatan citra, dan
bagaimana citra mencipta dunia yang kita tinggali sekarang”
Gambar pertamakali muncul pada
sekitar 35ribu tahun yang lalu, tetapi evolusi otak dan tubuh manusia sudah
mulai berlangsung sejak jauh sebelum gambar pertamakali muncul,kurang
lebih 150ribu tahun yang lalu. Dari kesimpulan ini diketahui bahwa lebih dari
100 ribu tahun manusia hidup tanpa gambar yang merupakan bahasa visual dan
mungkin merupakan bahasa pertama manusia untuk berkomunikasi dengan yang
lainnya. sejarah kemudian mengalami yang dalam film ini disebut 'ledakan
kreativitas'. Awal masa itu terjadi di gua-gua Eropa.
Dilihat dari goresan-goresannya
gambar-gambar itu tidak sesederhana yang kita kira. Picasso menerangkan bahwa
kita tidak belajar apa-apa untuk menegaskan tentang kualitas gambar yang ada di
gua Pech Morle, Prancis. Dunia pertama kali mengetahui tentang lukisan gua dari
bangsawan Spanyol bernama Maria dan ayahnya Marcelino De Sautola yang merupakan
Arkeolog amatir. Lukisan gua ini berupa lukisan Lembu Ox. Gambaran Aktifitas
ini diterjemahkan oleh Henry Breuil sebagai kegiatan harian masyarakat kuno
pada masa itu seperti berburu dan diasumsikan sebagai gambar hewan. Ia juga
berpendapat bahwa menggambar merupakan bagian dari ritual untuk meningkatakan
hasil buruan. Namun sayangnya, gambar ini tidak berkaitan dengan hewan yang
diburu, misalnya di Spanyol Kijang menjadi konsumsi masyarakat purba bukan
Lembu Ox, di Prancis mengkonsumsi Kambing bukan Mamot Berbulu ataupun Bison dan
Kuda. Akhirnya perlu pertimbangan ulang untuk mengambil kesimpulan dari analisa
ini.
Menurut Dominic Ffytche, psikiater
di London, menggambar di Gua memiliki kecenderungan yang sama dengan kondisi
Trans. Otak manusia memiliki bagian visual yang memungkinkan seseorang
mendapatkan halusinasi. Di gua, informasi pada system visual yang sedikit masuk
ke otak tapi dibarengi banyak subjek, mengakibatkan didapatnya visual-visual
abstrak sperti yang digambar manusia purba. Halusinasi mengalami perkembangan
pada benda-benda yang dianggap penting dan hadir dalam budaya si manusia purba.
Karena halusinasi ini bersifat 2 dimensi, manusia purba menghadirkan pengalaman
tersebut dan mampu menggambarkannya dengan baik.
Kemunculan gambar pada masa-masa
itu seolah menjelaskan bahwa latar
belakang munculnya gambar adalah karena adanya
alam trans, halusinasi, pengalaman rohani dan imajinasi. Dari gambar
gambar yang telah ditemukan seperti di pegunaungan Drakenberg Afrika Selatan
dan Bukit Gilbeklitapey Turki dapat disimpulkan bahwa kegiatan menggambar di
dinding gua dilatarbelakangi oleh macam-macam alasan diataranya karena
halusinasi, imajinasi dan budaya manusia pada saat itu.
Dan 12 ribu tahun yang lalu masa
dimana manusia berhenti melukis didalam gua, di Turki Selatan bukit
Gilbeklitapey menjadi lokasi terjadinya revolusi agrikultur. Perlunya
menyediakan makanan dalam jumlah yang banyak untuk membangun monument pemujaan.
Puingnya penuh gambar dikarenakan sumbangan imajinasi masa-masa sebelumnya,
lukisan gua. Artinya setelah cara membuat diketahui, gambar akan berkembang.
Kegiatan menggambar telah terukir di otak. Meski begitu, dijelaskan juga
bagaimana tempat menjadi penting dalam kegiatan menggambar. Disampaikan juga,
gambar di Gilbeklitapey sangat lebih jelas terlihat pada malam hari dengan
penerangan api.
Di akhir film terdapat kalimat
yang menurut saya sangat menarik, yaitu:
“Karya seni telah berkarakter
kuat di otak manusia sehingga membawa perubahan terbesar dalam sejarah manusia.
Kini dunia modern kita didominasi oleh gambar-gambar, dengan cara yang tak
pernah terbayangkan oleh nenek moyang kita. Apa kata mereka pada citra yang berpengaruh,
yang dipancarkan keseluruh dunia dan dilihat oleh jutaan orang? Tapi tak
satupun ini akan terjadi tanpa orang ribuan tahun lalu mendapat ‘wahyu’ bahwa
garis, bentuk, dan warna dapat menangkap dunia.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar