Senin, 16 Januari 2012


Lagi asik dengerin lagunya paramore-the only exception, tiba-tiba tanpa sebab yang jelas gue kepikiran sama salah satu film yang gue tonton dikelas PSSR waktu gue semester satu. gak tau yah kenapa tiba-tiba kepikiran film ini, trus kepikiran bikin review filmnya gitu deh.  yaa meskipun gak jelas, tapi ini desain banget.  

How Art Made The World

Pas pertama diputer tuh filmnya langsung ada prolog gitu deh....
Prolognya Nigel Spivey disekitar 3 menit pertama, disampaikan:
“Gambar mendominasi kita. Cerita yang luar biasa tentang bagaimana kita manusia menemukan kekuatan citra, dan bagaimana citra mencipta dunia yang kita tinggali sekarang”
Gambar pertamakali muncul pada sekitar 35ribu tahun yang lalu, tetapi evolusi otak dan tubuh manusia sudah mulai berlangsung sejak jauh sebelum gambar pertamakali muncul,kurang lebih  150ribu tahun yang lalu.  Dari kesimpulan ini diketahui bahwa lebih dari 100 ribu tahun manusia hidup tanpa gambar yang merupakan bahasa visual dan mungkin merupakan bahasa pertama manusia untuk berkomunikasi dengan yang lainnya. sejarah kemudian mengalami yang dalam film ini disebut 'ledakan kreativitas'. Awal masa itu terjadi di gua-gua Eropa.
Dilihat dari goresan-goresannya gambar-gambar itu tidak sesederhana yang kita kira. Picasso menerangkan bahwa kita tidak belajar apa-apa untuk menegaskan tentang kualitas gambar yang ada di gua Pech Morle, Prancis. Dunia pertama kali mengetahui tentang lukisan gua dari bangsawan Spanyol bernama Maria dan ayahnya Marcelino De Sautola yang merupakan Arkeolog amatir. Lukisan gua ini berupa lukisan Lembu Ox. Gambaran Aktifitas ini diterjemahkan oleh Henry Breuil sebagai kegiatan harian masyarakat kuno pada masa itu seperti berburu dan diasumsikan sebagai gambar hewan. Ia juga berpendapat bahwa menggambar merupakan bagian dari ritual untuk meningkatakan hasil buruan. Namun sayangnya, gambar ini tidak berkaitan dengan hewan yang diburu, misalnya di Spanyol Kijang menjadi konsumsi masyarakat purba bukan Lembu Ox, di Prancis mengkonsumsi Kambing bukan Mamot Berbulu ataupun Bison dan Kuda. Akhirnya perlu pertimbangan ulang untuk mengambil kesimpulan dari analisa ini.
Menurut Dominic Ffytche, psikiater di London, menggambar di Gua memiliki kecenderungan yang sama dengan kondisi Trans. Otak manusia memiliki bagian visual yang memungkinkan seseorang mendapatkan halusinasi. Di gua, informasi pada system visual yang sedikit masuk ke otak tapi dibarengi banyak subjek, mengakibatkan didapatnya visual-visual abstrak sperti yang digambar manusia purba. Halusinasi mengalami perkembangan pada benda-benda yang dianggap penting dan hadir dalam budaya si manusia purba. Karena halusinasi ini bersifat 2 dimensi, manusia purba menghadirkan pengalaman tersebut dan mampu menggambarkannya dengan baik.
Kemunculan gambar pada masa-masa itu  seolah menjelaskan bahwa latar belakang munculnya gambar adalah karena adanya  alam trans, halusinasi, pengalaman rohani dan imajinasi. Dari gambar gambar yang telah ditemukan seperti di pegunaungan Drakenberg Afrika Selatan dan Bukit Gilbeklitapey Turki dapat disimpulkan bahwa kegiatan menggambar di dinding gua dilatarbelakangi oleh macam-macam alasan diataranya karena halusinasi, imajinasi dan budaya manusia pada saat itu.
Dan 12 ribu tahun yang lalu masa dimana manusia berhenti melukis didalam gua, di Turki Selatan bukit Gilbeklitapey menjadi lokasi terjadinya revolusi agrikultur. Perlunya menyediakan makanan dalam jumlah yang banyak untuk membangun monument pemujaan. Puingnya penuh gambar dikarenakan sumbangan imajinasi masa-masa sebelumnya, lukisan gua. Artinya setelah cara membuat diketahui, gambar akan berkembang. Kegiatan menggambar telah terukir di otak. Meski begitu, dijelaskan juga bagaimana tempat menjadi penting dalam kegiatan menggambar. Disampaikan juga, gambar di Gilbeklitapey sangat lebih jelas terlihat pada malam hari dengan penerangan api.
Di akhir film terdapat kalimat yang menurut saya sangat menarik, yaitu:
“Karya seni telah berkarakter kuat di otak manusia sehingga membawa perubahan terbesar dalam sejarah manusia. Kini dunia modern kita didominasi oleh gambar-gambar, dengan cara yang tak pernah terbayangkan oleh nenek moyang kita. Apa kata mereka pada citra yang berpengaruh, yang dipancarkan keseluruh dunia dan dilihat oleh jutaan orang? Tapi tak satupun ini akan terjadi tanpa orang ribuan tahun lalu mendapat ‘wahyu’ bahwa garis, bentuk, dan warna dapat menangkap dunia.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar