Rabu, 04 Januari 2012


USIA SEMBILAN BELAS. Usia remaja yang sudah benar-benar remaja. Jejak-jejak kekanak-kanakan sudah harus seluruhnya dihapuskan dan berganti menapaki kedewasaan. Mmang belum kepala dua, tapi sudah saatnya memikirkan masa depan dengan sedikit lebih serius dari sebelumnya.
Ini adalah perayaan pertambahan usia yang paling berwarna dalaam sejarah kehidupanku selama sembilan belas tahun. Klai ini pertama kalinya saya merayakannya tanpa kehadiran kedua orangtua saya. Saya yang notabennenya dalah seorang mahasiswa yang hidup di kosan, pasti jauh dari orang tua. Apalagi besok harinya UAS telah menanti. Ini menandakan sudah saatnya saya menjadi setingkat lebih dewasa dari sebelumnya. Harus lebih mandiri.
Warna yang terlukiskan saat itu begitu beragam. Baik yang cerah sampai yang sendu. Sedih, karena menghadapi kenyataan saya harus melewati malam pergantian usia bersama-tugas-tugas yang subhanallah serasa tiada selesainya. Senang, Bahagia, dan haru saat tepat pukul 00.00 seluruh teman satu asrama saya menyanyikan lagu favorit saya adele-some one like you  diiringi petikan gitar dari sang maestro rona mentari. Bingung dan sangat surprized, karena seorang mantan pacar yang ternyata telah menunggu didepan ointu kosan dengan kue tart lengkap dengan lilin dengan bentuk angka satu dan sembilan. Ia memberikan sebuah bingkisan kecil yang berupa flashdisk. Isinya adlah video dan beberapa agambar buatannya tentang harapannya yang ingin kembali menjadi pacarku. Sangat kaget dan diluar dugaan, kaena belakangan saya memang sedang memiliki hubungan yang kurang baik dengan mantan saya yang satu ini. Canggung, sudah pasti. Apalagi Ia tiba-tiba meminta saya menjadi pacarnya kembali. Dan Ia mengatakannya dihadapan teman-teman saya, dan saya tentunya.  Sesungguhnya tak ada niat sedikit pun untuk kembali menjalin kasih dengan dia. Dan sesungguhnya saya mengharapkan orang lain yang berada diposisinya. Tapi orang itu tak datang sama sekali. Meskipun tlah kutunggu sampai adzan subuh berkumandang. L. But the show must go on. Semua teman-temanku sangat baik. Semuanya mengucapkan selamat atas usiaku yang bertambah.
Terima kasih untuk teman-teman, sahabat, dan saudaraku di home leasers yang hebat-hebat. Kalian adalah penyemangatku, penghiburku, pengingatku, kapanpun aku membutuhkan. Kalian mengajarkan aku arti pertemanan, saling berbagi kasih dan sayang. Terimakasih untuk sang mantan dengan segala pengorbanannya yang sangat indah dan maaf untuk aku yang tak bisa lagi membalas perasaan kamu. Saya rasa kan lebih menyakitkan jika aku mengatakan aku sayang kamu, padahal tidak. So, i think better now. Dan terimakasih untuk lelaki ditempat yang sebenarnya tak jauh, meskipun ucapan selamat itu kau sampaikan melalui akun twitter dan BBM. Itu lebih baik dari pada tidak sama sekali. Semoga kamu bisa lebih memberikan pengorbanan untuk aku J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar