USIA SEMBILAN BELAS. Usia remaja
yang sudah benar-benar remaja. Jejak-jejak kekanak-kanakan sudah harus
seluruhnya dihapuskan dan berganti menapaki kedewasaan. Mmang belum kepala dua,
tapi sudah saatnya memikirkan masa depan dengan sedikit lebih serius dari
sebelumnya.
Ini adalah perayaan pertambahan
usia yang paling berwarna dalaam sejarah kehidupanku selama sembilan belas
tahun. Klai ini pertama kalinya saya merayakannya tanpa kehadiran kedua
orangtua saya. Saya yang notabennenya dalah seorang mahasiswa yang hidup di
kosan, pasti jauh dari orang tua. Apalagi besok harinya UAS telah menanti. Ini
menandakan sudah saatnya saya menjadi setingkat lebih dewasa dari sebelumnya.
Harus lebih mandiri.
Warna yang terlukiskan saat itu
begitu beragam. Baik yang cerah sampai yang sendu. Sedih, karena menghadapi
kenyataan saya harus melewati malam pergantian usia bersama-tugas-tugas yang
subhanallah serasa tiada selesainya. Senang, Bahagia, dan haru saat tepat pukul
00.00 seluruh teman satu asrama saya menyanyikan lagu favorit saya adele-some
one like you diiringi petikan gitar dari
sang maestro rona mentari. Bingung dan sangat surprized, karena seorang mantan
pacar yang ternyata telah menunggu didepan ointu kosan dengan kue tart lengkap
dengan lilin dengan bentuk angka satu dan sembilan. Ia memberikan sebuah
bingkisan kecil yang berupa flashdisk. Isinya adlah video dan beberapa agambar
buatannya tentang harapannya yang ingin kembali menjadi pacarku. Sangat kaget
dan diluar dugaan, kaena belakangan saya memang sedang memiliki hubungan yang
kurang baik dengan mantan saya yang satu ini. Canggung, sudah pasti. Apalagi Ia
tiba-tiba meminta saya menjadi pacarnya kembali. Dan Ia mengatakannya dihadapan
teman-teman saya, dan saya tentunya. Sesungguhnya tak ada niat sedikit pun untuk kembali menjalin kasih dengan dia. Dan sesungguhnya saya mengharapkan orang lain yang berada diposisinya. Tapi orang itu tak datang sama sekali. Meskipun tlah kutunggu sampai adzan subuh berkumandang. L. But the show must go on. Semua teman-temanku sangat baik. Semuanya mengucapkan selamat atas usiaku yang bertambah.
Terima kasih untuk teman-teman,
sahabat, dan saudaraku di home leasers yang hebat-hebat. Kalian adalah
penyemangatku, penghiburku, pengingatku, kapanpun aku membutuhkan. Kalian
mengajarkan aku arti pertemanan, saling berbagi kasih dan sayang. Terimakasih
untuk sang mantan dengan segala pengorbanannya yang sangat indah dan maaf untuk
aku yang tak bisa lagi membalas perasaan kamu. Saya rasa kan lebih menyakitkan
jika aku mengatakan aku sayang kamu, padahal tidak. So, i think better now. Dan
terimakasih untuk lelaki ditempat yang sebenarnya tak jauh, meskipun ucapan
selamat itu kau sampaikan melalui akun twitter dan BBM. Itu lebih baik dari
pada tidak sama sekali. Semoga kamu bisa lebih memberikan pengorbanan untuk aku
J.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar